SPMB 2026 Harus Akuntabel dan Ramah Publik, Ini Penegasan Kepala Dindik Jatim

0
Surabaya, Lintas Surabaya – Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menegaskan pentingnya pelaksanaan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 secara masif, terstruktur, dan menyeluruh di seluruh wilayah Jawa Timur.

 

Penegasan tersebut disampaikan dalam pembahasan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB 2026 bersama jajaran pendidikan. Aries mengingatkan agar tidak ada lagi informasi yang disampaikan secara setengah-setengah atau berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

 

“Jangan sampai ada kesalahpahaman dalam proses pendaftaran. Informasi harus lengkap, transparan, dan mudah dipahami oleh peserta didik maupun orang tua,” tegasnya.

 

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB sangat ditentukan oleh efektivitas sosialisasi. Karena itu, ia meminta seluruh satuan pendidikan tidak hanya membacakan juknis secara formal, tetapi mampu mengemas informasi dengan cara yang lebih komunikatif dan kreatif.

 

Sejumlah strategi pun direkomendasikan, mulai dari pemanfaatan podcast sekolah, pembuatan infografis visual yang menarik, hingga optimalisasi media sosial dan platform digital lainnya. Pendekatan tersebut dinilai lebih sesuai dengan perkembangan zaman serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan cepat.

 

Aries juga menekankan bahwa transparansi menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan SPMB 2026. Dengan informasi yang jelas dan terbuka, masyarakat diharapkan dapat memahami alur pendaftaran, persyaratan, hingga mekanisme seleksi secara utuh.

 

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang akuntabel dan ramah publik. Pemerintah provinsi berharap proses SPMB tahun ajaran 2026 dapat berjalan tertib, adil, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik.

 

Melalui pendekatan inovatif dan sosialisasi yang menyeluruh, SPMB 2026 di Jawa Timur diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing.(Red)
Leave A Reply

Your email address will not be published.