Surabaya, Lintas Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama dan pembagian kurma hadiah dari Raja Arab Saudi di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Sabtu (21/2/2026) mulai pukul 16.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program “Gerakan Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 H” yang diikuti ribuan guru dan murid SMA/SMK negeri maupun swasta se-Jawa Timur.
Sebanyak 5.000 undangan gratis disiapkan dalam agenda tersebut. Para peserta yang terdiri dari perwakilan guru dan siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari tausiyah singkat, doa bersama, hingga buka puasa dengan hidangan nasi kebuli dalam jumlah besar yang telah disiapkan panitia.
Selain buka puasa bersama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan distribusi paket ifthar dan kurma yang merupakan hadiah dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Penyaluran kurma tersebut menambah kekhusyukan sekaligus menghadirkan nuansa istimewa dalam momentum kebersamaan Ramadan tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, hadir langsung bersama jajaran pejabat Dindik serta perwakilan guru dan siswa. Ia terlihat aktif menyapa peserta, berbincang santai, dan memastikan seluruh tamu merasa nyaman serta terlayani dengan baik menjelang waktu berbuka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Ramadan yang diinisiasi Dindik Jatim untuk menjadikan sekolah sebagai pusat keberkahan dan penguatan karakter. Program “Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 H” menyasar 1.522 SMA dan 2.097 SMK di seluruh Jawa Timur, dengan tujuan menjadikan bulan suci sebagai momentum peningkatan kualitas diri, kepedulian sosial, serta penguatan mentalitas siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni berbuka puasa bersama, melainkan bagian dari gerakan besar membangun karakter generasi muda.
“Ramadan harus menjadi momentum produktif bagi dunia pendidikan. Kita tidak hanya berbicara soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan mentalitas, spiritualitas, dan kepedulian sosial siswa. Melalui Gerakan Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 H, kami ingin sekolah-sekolah di Jawa Timur benar-benar menjadi pusat keberkahan dan pembinaan karakter,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan penuh kekhidmatan.
Melalui gerakan ini, Dindik Jatim ingin memastikan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, solidaritas, dan kepedulian antarsesama di lingkungan pendidikan. (S nto)