Surabaya, Lintas Surabaya – Perkembangan bola basket di Jawa Timur saat ini menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Berbagai program pembinaan, pembangunan infrastruktur, hingga penyelenggaraan kompetisi terus digalakkan demi memastikan olahraga bola basket semakin berkembang dan menjangkau seluruh daerah.
Di bawah kepemimpinan Grace Evi Ekawati sebagai Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur, gerakan membangun ekosistem bola basket dilakukan secara menyeluruh, dari kota besar hingga daerah-daerah yang sebelumnya kurang tersentuh pembinaan.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah turun langsung ke lapangan melalui kegiatan kunjungan ke berbagai kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan untuk melihat kondisi sebenarnya di daerah, mulai dari fasilitas, pembinaan atlet, hingga dinamika klub-klub lokal.
Dari berbagai kunjungan tersebut, banyak potensi besar yang ditemukan, sekaligus sejumlah tantangan yang harus segera ditangani agar perkembangan bola basket tetap berjalan.
Grace Evi Ekawati yang biasa di Panggil Mami Evi menjelaskan bawah kebangkitan bola basket di Jawa Timur tidak bisa hanya mengandalkan program di tingkat provinsi. Dibutuhkan gerakan bersama dari seluruh daerah agar pembinaan dapat berjalan merata. Karena itu, komunikasi dengan pengurus daerah, klub, pelatih, hingga komunitas bola basket terus diperkuat.
“Memasuki periode kepemimpinan kedua, Perbasi Jawa Timur menitikberatkan program pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur bola basket di berbagai daerah. Langkah ini diambil karena masih banyak lapangan yang kondisinya tidak layak digunakan, baik karena ring yang rusak, papan pantul yang pecah, maupun permukaan lapangan yang sudah retak dan membahayakan pemain,” ucap mami Evi saat diwawancarai media. Senin (09/03).
“Program perbaikan dilakukan secara langsung tanpa harus menunggu bantuan dana dari pemerintah. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak serta dukungan dari komunitas bola basket, Perbasi Jawa Timur bergerak cepat memperbaiki fasilitas yang ada.ujarnya
Perbaikan yang dilakukan meliputi penggantian ring basket yang rusak, pemasangan papan pantul baru, serta perbaikan lapangan yang retak atau pecah dengan pengecoran ulang menggunakan semen. Dengan langkah ini diharapkan anak-anak dan atlet muda di daerah tetap memiliki sarana latihan yang layak dan aman.
Gerakan ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah pembinaan di Jawa Timur. Empat wilayah pembinaan terus bergerak melakukan pemantauan serta pembenahan fasilitas di daerah masing-masing. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan pembinaan agar tidak hanya terpusat di kota-kota besar.
Selain pembangunan infrastruktur, kompetisi juga menjadi pilar penting dalam pengembangan bola basket. Perbasi Jawa Timur secara konsisten menyelenggarakan berbagai kompetisi, termasuk Liga Jawa Timur yang kini semakin diminati oleh klub-klub dari berbagai daerah.
Antusiasme daerah terlihat dari semakin banyaknya klub yang ikut berpartisipasi serta meningkatnya jumlah atlet muda yang mengikuti seleksi. Banyak daerah kini mulai serius melakukan pembinaan dengan membentuk tim usia dini, menggelar seleksi pemain, hingga melakukan program latihan yang lebih terstruktur.
Situasi ini menunjukkan bahwa bola basket semakin mendapat tempat di hati masyarakat, terutama generasi muda. Dengan semakin banyaknya kompetisi, para atlet memiliki kesempatan lebih luas untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan potensi mereka.
Keberhasilan pembinaan di Jawa Timur juga tercermin dari prestasi yang diraih di tingkat nasional. Dalam ajang Pekan Olahraga Nasional, tim bola basket Jawa Timur berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih medali emas serta beberapa kali menembus babak final.
Meski demikian, Perbasi Jawa Timur tidak ingin cepat puas. Target ke depan adalah meningkatkan prestasi dengan meraih lebih banyak medali emas dan memastikan tim Jawa Timur tetap menjadi salah satu kekuatan utama bola basket nasional.
Evi berharap ke depan tidak hanya sekadar masuk final, tetapi juga mampu mendominasi podium juara. Untuk mencapai target tersebut, pembinaan atlet terus diperkuat sejak usia dini melalui klub dan sekolah.
Perbasi Jawa Timur juga berkomitmen membantu daerah yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan bola basket. Jika ada klub yang berhenti beroperasi atau kegiatan kompetisi yang terhenti, pihak provinsi akan turun langsung mencari tahu penyebabnya dan membantu mencari solusi.
Sebagai contoh, di Ngawi, setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Perbasi Ngawi mendapatkan dukungan berupa bantuan dana agar kompetisi tetap dapat berjalan. Bantuan tersebut diberikan secara rutin pada setiap event yang digelar.
Tidak hanya bantuan dana, Perbasi Jawa Timur juga memberikan dukungan dalam bentuk penyediaan perangkat pertandingan seperti wasit, pelatihan bagi perangkat pertandingan, hingga pendampingan teknis dalam penyelenggaraan kompetisi.
Langkah ini dilakukan agar daerah tetap memiliki aktivitas kompetisi yang berkelanjutan, karena tanpa kompetisi pembinaan atlet tidak akan berjalan optimal.
Perkembangan bola basket saat ini juga mulai mengarah pada industri olahraga. Setiap event yang diselenggarakan tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
Turnamen bola basket yang digelar di berbagai kota mampu mendorong pertumbuhan UMKM lokal, meningkatkan kunjungan wisata, serta menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar lokasi pertandingan. Oleh karena itu, pengembangan bola basket juga dilihat sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan semakin banyaknya event dan kompetisi yang digelar, ekosistem olahraga basket di Jawa Timur diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang, Perbasi Jawa Timur juga akan meluncurkan kompetisi baru antar sekolah yang bertujuan mencari bibit-bibit pemain muda berbakat. Kompetisi ini akan menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka sebelum nantinya bergabung dengan klub-klub pembinaan.
Melalui kompetisi sekolah ini, Perbasi berharap dapat menemukan talenta-talenta baru dari berbagai daerah yang sebelumnya belum terjangkau oleh sistem pembinaan klub.
Sekolah menjadi tempat awal pengenalan olahraga basket, sementara klub akan menjadi wadah bagi atlet yang ingin mengejar prestasi lebih tinggi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Untuk menjaga kualitas pembinaan, Perbasi Jawa Timur juga mulai menerapkan kebijakan baru terkait mobilitas atlet. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah membatasi pemberian rekomendasi bagi atlet untuk pindah ke daerah lain.
Kebijakan ini diambil agar daerah-daerah lain juga terdorong membangun sistem pembinaan yang kuat dan tidak hanya mengandalkan pemain dari Jawa Timur. Dengan demikian, perkembangan bola basket nasional dapat berlangsung lebih merata.
Membangun ekosistem olahraga yang kuat tentu membutuhkan waktu dan proses panjang. Namun dengan kerja sama yang solid antara pengurus, pelatih, atlet, serta dukungan masyarakat, Perbasi Jawa Timur optimistis bahwa masa depan bola basket di provinsi ini akan semakin cerah.
Komunikasi yang intens antar wilayah, dukungan terhadap program daerah, serta semangat untuk terus memperbaiki diri menjadi kunci utama dalam perjalanan tersebut.
Dengan berbagai program yang telah berjalan, diharapkan bola basket di Jawa Timur tidak hanya mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga menjadi olahraga yang semakin dicintai masyarakat serta memberikan manfaat luas bagi perkembangan olahraga dan ekonomi daerah.(Red