Empat QCC Post Panamax Tiba di TPK Semarang, Perkuat Kapasitas Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Emas

0
Semarang, Lintas Surabaya – Empat unit Quay Container Crane (QCC) berukuran post panamax tiba di Pelabuhan Tanjung Emas pada Sabtu (14/3/2026). Kedatangan peralatan bongkar muat berkapasitas besar tersebut akan memperkuat operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang.
Penambahan crane modern ini menjadi langkah strategis PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) untuk meningkatkan kapasitas layanan terminal sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Emas sebagai simpul logistik utama di wilayah Jawa Tengah.
Dengan tambahan empat unit tersebut, total QCC di TPK Semarang kini menjadi 10 unit. Penambahan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan terminal dalam melayani kapal peti kemas berukuran besar serta mendorong produktivitas kegiatan bongkar muat di dermaga.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan bahwa crane yang didatangkan merupakan tipe post panamax yang dirancang untuk menangani kapal peti kemas generasi besar dengan produktivitas tinggi.
“Crane ini memiliki jangkauan (outreach) sekitar 60 meter sehingga mampu menjangkau lebih dari 16 baris petikemas dari sisi kapal,” ujar Nyoman.
Selain itu, crane tersebut memiliki kapasitas angkat hingga sekitar 65 ton menggunakan spreader serta dilengkapi sistem hoisting berkecepatan tinggi. Teknologi ini memungkinkan proses bongkar muat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Menurut Nyoman, penambahan peralatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan terminal.
“Penambahan QCC ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas operasional terminal. Dengan dukungan peralatan yang lebih modern, kami optimistis pelayanan kepada pengguna jasa akan semakin optimal serta mampu mengakomodasi pertumbuhan arus peti kemas di Semarang dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.
Setelah kapal pengangkut bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, keempat unit crane tersebut akan menjalani proses rolling off menuju area terminal. Selanjutnya, crane akan melalui tahapan instalasi, pengujian sistem (commissioning), serta integrasi dengan sistem operasional terminal sebelum dioperasikan secara penuh.
*Industri Tumbuh, Arus Peti Kemas Diproyeksikan Naik*
Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Teguh Arif Handoko, menilai pertumbuhan aktivitas industri di sejumlah kawasan industri di Jawa Tengah berpotensi mendorong peningkatan arus peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Emas.
“Kami yakin kenaikan throughput pada 2026 minimal dapat mencapai 10 persen. Sejumlah kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang, Kendal Industrial Park, serta Jatengland terus meningkatkan produksi untuk tenant baru maupun yang sudah lama beroperasi. Informasi sebelumnya menunjukkan bahwa produksi perusahaan manufaktur di kawasan tersebut masih berada di kisaran 25 persen kapasitas. Ini menjadi tantangan besar bagi Jawa Tengah, termasuk bagi pengembangan infrastruktur logistik agar mampu mendukung arus barang yang terus meningkat,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, Pelabuhan Tanjung Emas saat ini menjadi pelabuhan utama di Jawa Tengah yang diandalkan oleh pemilik barang maupun pelaku logistik karena dinilai memiliki kemampuan layanan pengiriman yang efektif dan efisien.
“Dengan hadirnya QCC baru di Pelabuhan Tanjung Emas, proses bongkar muat peti kemas dipastikan dapat berlangsung lebih cepat sehingga peningkatan throughput yang terjadi dapat terlayani dengan baik. Apalagi Tanjung Emas memiliki letak yang sangat strategis untuk mendukung distribusi barang di Jawa Tengah,” kata Teguh.
Sementara itu, dari pihak pelayaran, Manager Operasi PT Tresna Muda Sejati (TMS) Cabang Semarang, Yudi Purwanto, menilai penambahan crane di Terminal Petikemas Semarang akan berdampak positif terhadap efisiensi layanan kapal di terminal.
“Kami berharap dengan adanya tambahan crane ini, proses bongkar muat kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga waktu tunggu kapal dapat ditekan. Dengan meningkatnya produktivitas layanan di TPK Semarang, waktu tinggal kapal (port stay) di pelabuhan bisa lebih singkat dan pelayanan menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kinerja layanan tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan pelayaran untuk menambah aktivitas operasional maupun membuka potensi layanan (service) baru di TPK Semarang.
Kehadiran empat QCC baru ini diharapkan semakin memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Emas sebagai gerbang logistik utama di Jawa Tengah serta mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional. (red)
Leave A Reply

Your email address will not be published.