Vonis Kades Tingkis Sudah, Empat Perangkat Desa dan Pemilik PT Masih Misteri
Tuban, Lintas Surabaya – Perkembangan penanganan kasus Kepala Desa Tingkis kembali menuai sorotan tajam dari publik. Meski vonis terhadap kepala desa telah dijatuhkan, muncul pertanyaan besar terkait dugaan keterlibatan pihak lain yang hingga kini belum tersentuh. Fakta persidangan sebelumnya mengungkap indikasi peran sejumlah pihak, termasuk pemilik PT dan empat perangkat desa, yang dinilai memiliki keterkaitan dalam alur perkara.
Desakan masyarakat pun semakin menguat agar aparat penegak hukum tidak berhenti pada satu pihak saja. Publik menilai, pengusutan menyeluruh penting dilakukan demi menegakkan keadilan dan menjaga kepercayaan terhadap hukum. Hingga kini, belum ada keterangan resmi lanjutan, membuat kasus ini menjadi ujian serius bagi penegakan hukum di Kabupaten Tuban.
“Publik tidak buta. Dalam persidangan, sudah muncul indikasi adanya pihak lain yang diduga ikut berperan. Lalu, kenapa sampai hari ini belum ada kejelasan?” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pertanyaan ini bukan tanpa dasar. Dalam beberapa fakta yang terungkap di persidangan, disebut adanya alur dan keterkaitan yang dinilai mustahil jika hanya dilakukan oleh satu orang saja. Hal ini memicu spekulasi bahwa perkara tersebut berpotensi melibatkan lebih dari sekadar kepala desa.
Pimpinan Tim Kuasa hukum korban Khoirun Nasihin, S.H., M.H. pada kantor hukum Nasabhakti yang beralamat di Jl. Ruko Surya Residence blok 3 Jl. Wahidin Sudirohusodo – Tuban sebelumnya juga telah menyinggung hal serupa, bahwa perkara ini tidak logis jika berdiri sendiri tanpa keterlibatan pihak lain, terutama yang memiliki posisi dan kewenangan di lingkungan desa maupun pihak eksternal yang berkepentingan.
Kini, masyarakat menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum.
“Kalau memang ada keterlibatan pemilik PT Griya Tani dan empat perangkat desa, harus dibuka secara terang. Jangan sampai hukum terkesan tebang pilih,” tambah warga lainnya.
Desakan publik semakin menguat agar dilakukan pengembangan perkara. Tidak hanya demi keadilan bagi korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Kasus ini pun menjadi ujian serius penegakan hukum di kabupaten Tuban apakah penegakan hukum akan berhenti pada satu orang, atau berani mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat?
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak berwenang terkait perkembangan penyelidikan terhadap pihak-pihak lain tersebut.
Namun satu hal yang pasti publik kini menunggu, dan tekanan untuk membuka semuanya semakin besar. (red)