Surabaya, Lintas Surabaya — Dalam rangkaian peringatan World Diabetes Day 2025 yang diselenggarakan oleh Lions Club Surabaya Sejahterah, Kaliber Law Office and Associate yang beralamat di Guci Art Cafe, Jalan Bali Nomor 3 , Surabaya dengan Ketuannya Tatik Effendi hadir memberikan layanan konsultasi hukum gratis bagi masyarakat.
Kegiatan sosial ini digelar pada Minggu (30/11) di Lapangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA), sekaligus menjadi bentuk nyata pengabdian profesi hukum kepada publik.
Pengacara sekaligus Konsultan Hukum, Joenus Koerniawan, SH., MH., mewakili Kaliber Law Office, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen lembaga hukum tersebut untuk turut serta membantu masyarakat memahami persoalan hukum yang sering dihadapi sehari-hari.
“Pada hari ini, kami dari Kaliber Law Office and Associates diajak oleh Lions Club untuk memberikan konsultasi gratis dalam acara World Diabetes Day 2025. Ini merupakan bagian dari sosial dan pengabdian kami kepada masyarakat, untuk memberikan konsultasi hukum bagi masyarakat yang belum memahami persoalan hukum, baik keluarga, pidana, perdata, agraria, maupun hutang piutang dan kepailitan,” ujar Koerniawan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini benar-benar murni untuk kepentingan masyarakat, tanpa unsur komersial. “Tujuan kami tidak mengambil keuntungan sama sekali. Kami hanya ingin memberikan penyuluhan dan edukasi hukum agar masyarakat tidak salah langkah,” tambahnya.
Senada dengan itu, perwakilan Kaliber Law Office lainnya, Albert Berry Kurniawan, menuturkan pentingnya edukasi hukum sejak dini, mengingat masyarakat dalam kehidupan sehari-hari hampir selalu bersinggungan dengan aspek hukum.
“Sebenarnya edukasi hukum sangat perlu. Dalam aktivitas kita sebagai warga masyarakat, suka atau tidak suka, kita bersentuhan dengan hukum. Untuk itu diperlukan pemahaman hukum yang benar, agar kita bisa terhindar dari masalah-masalah hukum yang mungkin timbul. Dan yang paling penting, masalah hukum itu tidak bisa dihindari, tapi harus dihadapi dengan bijak,” jelas Albert.
Albert juga mendorong masyarakat agar tidak ragu dalam mengungkap atau berkonsultasi mengenai persoalan hukum yang dialami.
“Banyak masyarakat merasa malu ketika menghadapi persoalan seperti perceraian, tindak pidana, pelecehan seksual, atau bullying. Padahal masyarakat tidak perlu malu, karena hukum memang harus ditegakkan. Hukum ada untuk menaungi dan membela orang-orang yang tidak bersalah,” tegasnya.
Melalui program konsultasi ini, Kaliber Law Office berharap semakin banyak masyarakat yang sadar, paham, dan berani untuk mencari informasi serta berproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku.
“Harapan kami, masyarakat bisa menjadi lebih melek hukum. Apa yang dilakukan atau akan dilakukan tidak menyalahi hukum. Dengan edukasi seperti ini, masyarakat semakin terlindungi,” tutup Koerniawan
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para peserta World Diabetes Day 2025 dan menjadi salah satu rangkaian edukasi publik yang dinilai bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. (S nto)