Kebaktian Khusus Imlek 2.577 di Klenteng Boen Bio, Perkuat Toleransi dan Semangat Tahun Kuda Api
Surabaya, Lintas Surabaya – Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2.577 di Klenteng Boen Bio terus berlanjut. Pada Minggu (22/02), pengurus klenteng menggelar kebaktian khusus sebagai bagian dari prosesi religius yang telah dimulai sejak sepekan sebelum Tahun Baru Imlek.
Selain ibadah, acara juga dimeriahkan dengan pentas seni dari anak-anak TKJ Pusaka, penampilan sekolah minggu, pertunjukan musik, hingga atraksi barongsai yang menambah semarak suasana.
Wakil Ketua Klenteng Boen Bio sekaligus Ketua Panitia, Anuraga Tanu Wijaya (Cien An), menjelaskan bahwa perayaan Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam. Rangkaian kegiatan telah diawali dengan sembahyang kepada Malaikat Dapur, dilanjutkan upacara tolak bala dan Hari Persaudaraan pada tanggal 24 bulan 12 penanggalan Imlek, atau sekitar sepekan sebelum Tahun Baru.
“Pada tanggal 1 bulan 1 Imlek atau 17 Februari, umat biasanya melakukan ritual di rumah masing-masing, memberikan ucapan selamat kepada orang tua dan keluarga. Hari ini kita melaksanakan kebaktian khusus, kemudian Selasa nanti ada sembahyang Ping Kiko atau Cing Cienkong. Seluruh rangkaian akan ditutup awal Maret dalam perayaan Cap Go Meh,” jelasnya.
Ia menambahkan, memasuki Tahun Kuda Api yang penuh semangat dan gairah, umat diharapkan tetap menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semangat yang membara jangan sampai melewati batas. Kita harus tetap saling menghormati, saling menghargai, dan menjaga toleransi agar tercipta hubungan yang harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Suhu Liem Tiong Yang menegaskan bahwa kebaktian khusus ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai keagamaan dalam perayaan Imlek.
“Tahun Baru Imlek tidak sekadar tradisi budaya Tionghoa. Ada nilai agama di dalamnya, yakni meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapannya, di tahun yang baru ini kita diberi kesehatan jasmani dan rohani, dijauhkan dari marabahaya, serta dilancarkan usaha dan rezeki,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa esensi Imlek bukan hanya soal kemeriahan dan angpao, tetapi penguatan spiritual serta pelestarian tradisi sebagai bagian dari jati diri bangsa.
Dengan penuh semangat Tahun Kuda Api, umat Tionghoa di Surabaya berharap perayaan Imlek tahun ini membawa keberkahan, keharmonisan, dan semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat. (S nto)