Handball Surabaya Sapu Bersih Dua Gelar Bandung Handball Open 2026, Bidik Empat Emas Porprov Jatim 2027 (GANDAKAN)

9a4a2f3d-8c40-43dc-94d5-9ab2dab4ba27

SURABAYA,lintassurabaya.com – Tim Handball Kota Surabaya kembali menunjukkan dominasinya di level nasional setelah berhasil menyapu bersih dua gelar juara pada Bandung Handball Open Championship 2026 yang berlangsung di Queen Stadium, Bandung, pada 13–17 Juli 2026.

Tim putri U-23 sukses mengalahkan Kota Bekasi dengan skor tipis 16-15 di partai final. Sementara tim putra U-23 tampil lebih meyakinkan usai menundukkan tuan rumah Kota Bandung dengan skor 23-15, sekaligus memastikan Surabaya membawa pulang dua medali emas atau kawin emas.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengkot Asoasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Surabaya, Muhammad Faizal, mengatakan keberhasilan tersebut bukan diraih secara instan, melainkan hasil dari proses pembinaan yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

“Kemenangan ini bukan keajaiban semalam, tetapi buah dari persiapan yang sudah lama. Kami mematangkan fisik, teknik, taktik, dan mental atlet melalui latihan rutin Senin sampai Sabtu. Hari Sabtu kami gunakan untuk uji coba,” kata Faizal.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi tim untuk terus berprestasi. Pengurus, pelatih, hingga orang tua atlet saling bergotong royong mendukung pembinaan yang sebagian besar diisi atlet usia SMP dan SMA.

“Mayoritas atlet kami masih pelajar, tetapi sudah berani bersaing di kategori U-23. Ini hasil dari program pembinaan berjenjang yang kami bangun sejak 2023, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA,” ujar pria yang juga menjabat sebagai asisten pelatih bola tangan Surabaya ini.

Faizal mengungkapkan persaingan di Bandung berlangsung sangat ketat. Pada fase penyisihan, tim putra Surabaya sempat kalah dua poin dari Kota Bandung. Namun kekalahan tersebut justru menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di partai puncak.

“Di final kami membalas dengan kemenangan meyakinkan. Anak-anak menunjukkan mental juara dan mampu menang dengan selisih delapan poin,” ungkapnya.

Keberhasilan meraih dua gelar sekaligus, lanjut Faizal, menjadi bukti bahwa sistem pembinaan dan organisasi Handball Surabaya berjalan dengan baik.

Ia juga mengapresiasi perjuangan para atlet yang rela menempuh perjalanan jauh menuju lokasi latihan di kawasan Gelora Bung Tomo (GBT). Sebagian atlet berasal dari wilayah timur, utara, hingga pusat Kota Surabaya sehingga harus melewati jalur padat kendaraan setiap hari.

“Anak-anak berlatih dengan penuh komitmen. Bahkan ada yang harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi risiko di jalan. Semangat mereka luar biasa,” katanya.

Meski berhasil menjadi juara nasional, Faizal menegaskan pencapaian tersebut bukan tujuan akhir. Tim kini mulai mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 serta agenda nasional lainnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Surabaya dan KONI Surabaya terus memberikan dukungan, termasuk penyediaan fasilitas latihan yang lebih representatif. Salah satunya melalui pemanfaatan Gelora Pancasila sebagai lokasi latihan indoor.

Selain nomor indoor, Handball Surabaya juga mulai mempersiapkan nomor beach handball apabila resmi dipertandingkan pada Porprov Jatim 2027.

“Kalau nomor beach masuk Porprov, target kami tetap empat medali emas, yakni putra-putri indoor dan putra-putri beach. Kami optimistis karena dalam beberapa kejuaraan nasional nomor beach juga mampu kami sapu bersih,” tegas Faizal.

Dengan keberhasilan di Bandung Handball Open Championship 2026, Surabaya semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan utama bola tangan nasional sekaligus memperbesar optimisme menghadapi target prestasi di Porprov Jatim 2027 dan ajang yang lebih tinggi, termasuk PON.

About The Author