SURABAYA,lintassurabaya.com – Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak bersama PT Dharma Lautan Utama melaksanakan Kampanye Keselamatan Pelayaran dan simulasi penanganan kebakaran kapal bertema “Keselamatan Adalah Kebutuhan dan Tanggung Jawab Bersama” yang diikuti stakeholder terkait diselenggarakan di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (3/11/2026).
Kejadian kecelakaan kapal belakangan ini menjadi keprihatinan kita semua. Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama, dimana regulator melakukan pembinaan dan pengawasan, operator kapal menjamin kelaiklautan kapal maupun kesiapan awak dan prosedur keselamatan diatas kapal. Fasilitator pelabuhan berperan penting menyediakan fasilitas yang layak serta mendukung pemeriksaan dan pengendalian kendaraan, barang maupun penumpang sebelum menaiki kapal.
Sejalan dengan upaya bersama dalam meningkatkan keselamatan transportasi khususnya dalam menghadapi angkutan Natal dan Tahun baru nanti, komitmen PT Dharma Lautan Utama sebagai operator transportasi laut untuk terus meningkatkan kesiapan armada, kesiapan sumberdaya manusia serta memastikan seluru aspek keselamatan pelayaran terpenuhi dengan baik. Momentum ini semakin menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya menjadi prioritas pada saat priode angkutan dengan mobilitas tinggi saja, tetapi harus menjadi budaya yang ditetapkan secara konsisten dalam setiap oprasional pelayaran.
“Melalui kegiatan ini kita ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa transportasi laut dapat memberikan rasa nyaman dengan kelaiklautan kapal yang terjaga, prosedur yang dijalankan secara disiplin serta pengawasan yang terus konsisten, “ kata Direktur Utama PT. Dharma Lautan Utama (DLU) dalam sambutannya.
“Keyakinan tersebut harus kita bangun melalui pelayanan dan perbaikan yang dapat dirasakan oleh masyarakat, “ imbuhnya.
Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Lolan Andy Sutomo Panjaitan mengatakan, keselamatan dan keamanan pelayaran dapat dipastikan apabila koordinasi terkait peran masing-masing stikholder dalam memahami dan mengimplementasi ketentuan yang terkait hak itu dilaksanakan dengan baik melalui beberapa kegiatan, antara lain kampanye keselamatan yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan tanggap darurat yang bertujuan melatih dan koordinasi.
“Kita terus lakukan koordinasi untuk bisa tangap terhadap kondisi-kondisi yang penting, dan komunikasi antar stekholder dalam penanganan situasi darurat yang terjadi,” tuturnya.
Sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan, agar UPT Ditjen Perhubungan Laut sebagai regulator bidang transportasi untuk terus melaksanakan kampanye keselamatan dan latihan tanggap darurat untuk menumbuhkan budaya keselamatan. Sehingga budaya keselamatan bisa menjadi harga diri terkait dalam mewujudkan Zero Accident.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Dharma Lautan yang menjadikan kampanye keselamatan ini sebagai kegiatan rutin tahunan guna mewujudkan budaya keselamatan untuk mendukung tanggungjawab bersama,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut Lolan bahwa dirinya sangat mengimbau kepada seluruh operator kapal RORO dan penumpang yang beroperasi di wilayah khususnya Tanjung Perak ini untuk dapat melaksanakan kampanye keselamatan secara rutin sebagaimana yang sudah dilaksanakan oleh PT DLU.
“Terima kasih kepada unsur yang terlibat kegiatan kampanye keselamatan ini untuk menumbuhkan komitmen kita, dimana budaya keselamatan adalah harga diri bersama,” ucap Lolan.
Selain itu, deklarasi keselamatan pelayaran dari semua stakholder yang ada di Tanjung Perak juga dilakukan untuk menjadikan budaya keselamatan sebagai harga diri menuju ziro accident.
“Keselamatan itu tanggung jawab bersama,” tandasnya.
Agustinus Maun sebagai Ketua Pelaksana Kampanye Keselamatan juga menambahkan, budaya berkeselamatan itu diharapkan bisa menjadi suatu harga diri, artinya kalau sudah menjadikan harga diri, ketika kita melanggar “kita tidak punya harga diri”.
“Itulah prinsip yang harus kita pegang untuk menuju kepada ziro accident yang menjadi tujuan bersama,” tegasnya. (Sesaat sebelum lakukan serah terima jabatan Kepala KSOP Tanjung Perak kepada pengantinya, Lolan Andy Utama Panjaitan sambil ucapkan salam undur diri kepada semua yang hadir).
Sementara itu, PLT Dirjen Perhubungan Laut, Samsuddin mengatakan, dibalik setiap kapal yang berlayar terdapat kepercayaan masyarakat, harapan keluarga serta tanggung jawab besar untuk memastikan setiap penumpang dan awak kapal dapat berangkat dan tiba dengan selamat. Okeh karena itu, tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan pelayaran.
“Kepentingan ekonomi maupun target oprasional tidak boleh mengenyampingkan aspek keselamatan jiwa manusia,” ujarnya.
Menurut Samsuddin, kegiatan simulasi hari ini tentunya memiliki arti yang sangat strategis. Simulasi kebakaran dan informasi penumpang adalah latihan nyata untuk menguji kesiap siagaan awak kapal, kelayakan peralatan keselamatan, kecepatan pengambilan keputusan serta efektivitas koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi keadaan darurat.
Ketika terjadi kebakaran di kapal, setiap detik menjadi sangat berharga. Keterlambatan tindakan dapat meningkatkan resiko terhadap keselamatan jiwa manusia. Oleh jarena itu, pada kesempatan ini saya menekannkan empat hal penting, yaitu:
1. Kesiapan sumber daya manusia, dimana setiap awak kapal harus memahami tugas dan tanggung jawabnya sesuai prosedur penanganan kebakaran serta mampu melaksanakan evakuasi penumpang secara cepat dan terarah.
2. Kesiapan sarana dan prasarana keselamatan. Seluruh peralatan pemadam kebakaran, alat keselamatan, skocci, rakit penolong, jajet oenolong , sistim komunikasi, dan perlengkapan keselamatan launya harus senantiasa tersedia, terawat dan siap digunakan
3. Ketentuan operasional kapal. Setiap kegiatan operasional harus memperhatikan stabilitas kapal dan batas kemampuan.
4. Penguatan koordinasi dan sinergi penanganan keadaan darurat tentunya membutuhkan jerjasama yang solid antara regulator, operator kapala, badan usaha pelabuhan, TNI/Polri, Basarnas dan seluruh undur terkait
Terlebih lagi menjelang angkutan natal 2026/2027, lanjut Samsuddin, seluruh upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan selamat. Sebagai langkah kongkrit, Dirjen Perhubungan Laut mendorong pelaksanaan latihan keadaan darurat riil dilakukan rutin maupun pemeriksaan secara mandiri oleh pemilik dan operator kapal.
Rump chek yang telah kami mulai sejak tanggal 1 Nopember dan berakhir pada 15 Nopermber 2026, kami telah menekankan pada seluruh marine inspector untuk memastikan seluruh awak kapal menguasai terhadap tygas dan fungsi peran masing-masing pada saat terjadi kebakaran.
“Ini menjadi penekanan kami yang juga sejalan dengan arahan pak menteri bahwa untuk tahun ini, selain kesiapan atau jelengkapan alat keselamatannya, juga harus memastikan SDM yang diatas kapal kesiapannya menghadapi keadaan darurat,” pungkasnya. (Rom/Lik)






