Tragis, Baru Lulus SMAN 11 Surabaya, Pemuda 19 Tahun Tewas Dikeroyok Brutal di Belakang Sekolah

Oplus_131072
SURABAYA, LINTASSURABAYA.COM — Polrestabes Surabaya bersama polsek setempat tengah bergerak cepat mengusut kasus pengeroyokan brutal yang menewaskan Thomas Julianus Kristianto (19). Pemuda yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di SMAN 11 Surabaya tersebut mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Dr. Soetomo akibat luka parah di bagian kepala.
Insiden berdarah ini diduga kuat terjadi di area warung yang terletak di belakang sekolah korban.
Peristiwa tragis ini bermula pada Rabu malam, saat korban berpamitan kepada kakeknya untuk keluar rumah sebentar bersama seorang rekan. Namun hingga larut malam, Thomas tak kunjung kembali.
Keluarga baru mengetahui kondisi korban setelah salah satu rekan Thomas datang mengabarkan bahwa pemuda tersebut sudah berada di Klinik Dokter Danu dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.
Proses evakuasi sempat mengalami kendala medis karena klinik pertama yang dituju merupakan fasilitas rumah sakit bersalin. Setelah berhasil mendapatkan ambulans, korban langsung dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo.
Meski tim medis telah melakukan tindakan operasi darurat, nyawa Thomas tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Kepergian Thomas menyisakan duka mendalam bagi Margono (88), kakek korban yang merawatnya seorang diri sejak kedua orang tua Thomas meninggal dunia saat korban masih duduk di bangku SMP.
Di mata keluarga, Thomas dikenal sebagai sosok yang santun, rajin beribadah, dan berprestasi. Ironisnya, korban tewas justru di saat sedang menunggu jadwal pengambilan ijazah kelulusan SMA-nya.
Saat ditemui di rumah duka, Margono dengan lirih menyatakan bahwa pihak keluarga hanya menuntut satu hal dari aparat penegak hukum.
“Kami cuma ingin keadilan,” ucap Margono. Kamis (04/06).
Pihak keluarga mendesak polisi untuk mengusut kasus ini secara transparan dan segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat.
Hingga saat ini, jenazah korban masih menjalani proses autopsi tim forensik untuk mengamankan bukti-bukti kuat terkait kekerasan fisik yang menyebabkan kematian.
Sementara itu, aparat kepolisian dilaporkan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan belakang SMAN 11 Surabaya. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi kunci, termasuk rekan korban yang berada di lokasi saat malam kejadian, demi melacak identitas dan keberadaan komplotan pelaku. (Snto)
