Sisi Humanis di Balik Jeruji, Tangis Haru Pecah Saat Tahanan Polres Gresik Lepas Rindu dengan Keluarga

POLRI8 Views

GRESIK, LINTASSURABAYA.COM – Suasana penuh emosi mewarnai ruang tahanan Polres Gresik pada hari Selasa, (01/09), tatkala para warga binaan diberi ruang untuk memeluk anak serta istri tercinta di tengah jalannya proses hukum.

Pertemuan yang sarat makna ini mempertemukan ES, warga Kebomas yang tersangkut kasus penggelapan, dan HS asal Bungah yang menghadapi perkara uang palsu, dalam sebuah momen kekeluargaan yang menguatkan mental mereka.

Dengan pertimbangan kemanusiaan dan tetap memperhatikan prosedur pengamanan, petugas memberikan kesempatan kepada keduanya untuk berinteraksi lebih dekat dengan keluarga. Pelukan erat antara suami, istri dan anak pun menjadi momen penuh emosional yang memberikan kekuatan moral bagi para tahanan.

Kehangatan keluarga seolah mencairkan suasana ruang tahanan. Para istri yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga memberikan dukungan serta semangat kepada suami masing-masing agar tetap tabah menjalani seluruh proses hukum.

Di Polres Gresik, jadwal kunjungan tahanan dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis, pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

Momen tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga untuk memberikan dukungan sekaligus memastikan kondisi orang terdekat mereka selama menjalani proses hukum.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa penegakan hukum tetap harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Ini demi kemanusiaan. Meski mereka sedang menjalani proses hukum atas perbuatannya, hak-hak dasar dan sisi humanis sebagai seorang ayah serta suami tetap harus kita hargai,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.

Menurutnya, pendekatan humanis bukan berarti mengesampingkan aturan maupun proses hukum. Sebaliknya, sikap tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memberikan pelayanan yang tetap mengedepankan empati kepada setiap warga, termasuk mereka yang sedang berhadapan dengan hukum.

Momen sederhana berupa pelukan keluarga itu pun menjadi pengingat bahwa di balik proses hukum, para tahanan tetap memiliki keluarga yang membutuhkan kehadiran dan dukungan mereka. (Snto)