Sopir Angkot dan Driver Online Bersatu Tolak Arjosari, Usulkan Terminal Mulyorejo Jadi Titik OD Trans Jatim Koridor II

NEWS25 Views

MALANG, LINTASSURABAYA.COM – Penolakan masif sopir angkot dan ojek online terhadap Terminal Arjosari sebagai titik OD Trans Jatim Koridor II membuka peluang bagi wilayah lain di Kota Malang. Terminal Tipe C Mulyorejo kini mencuat sebagai kandidat kuat pengganti berkat lokasinya yang strategis, padat penduduk, serta didukung penuh oleh warga dan LPMK setempat. Jumat (23/10).

Usulan pemindahan titik OD ini disuarakan langsung oleh perwakilan mikrolet jalur GM dan A-DRONE agar pemerataan manfaat transportasi publik dapat dirasakan secara adil. Kendati demikian, seluruh pihak kini masih menunggu keputusan resmi dan ketok palu dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur pasca-survei lapangan beberapa waktu lalu.

“Kami bersama rekan-rekan tetap menolak Terminal Arjosari sebagai OD, karena memiliki potensi persinggungan yang besar dengan banyak jalur angkot.” ujar Andre, Minggu (25/10).

Jika dilanjutkan, dikhawatirkan bisa mematikan keberadaan ratusan angkot sebagai mata pencaharian mereka dalam menghidupi keluarganya. Kan masih ada terminal lain yang bisa dijadikan solusi, seperti Terminal Gadang, Mulyorejo dan Madyopuro, “imbuh Andre saat kami wawancara bersama timnya.”

Di sisi lain, Perwakilan dari mikrolet jalur GM, Arif Widodo alias Paul, mengusulkan agar Terminal Tipe C Mulyorejo dapat dipertimbangkan sebagai titik OD selain opsi Gadang maupun Madyopuro.

Paul juga menjelaskan bahwa area Mulyorejo memiliki prospek yang sangat strategis. Selain padat penduduk, kawasan tersebut kini dikelilingi banyak perumahan baru, lembaga pendidikan, hingga dekat dengan area industri.

“Kalau masuk ke Terminal Madyopuro dan Hamid Rusdi kan sudah, Kami dengan masyarakat dan sekitarnya perlu pemerataan manfaat secara adil. Jadi kami berharap bisa ikut mendapat manfaat langsung dari Trans Jatim seperti pada wilayah terminal lainnya,” tutur Paul (25/10).

Antusiasme warga Mulyorejo juga ternyata terbilang tinggi, berdasarkan pengamatan dan survei langsung ke masyarakat yang dilakukan oleh paguyuban jalur GM bersama LPMK Kelurahan Mulyorejo, warga setempat menyambut positif dan berharap Trans Jatim bisa beroperasi di terminal mereka.

Peluang tersebut kian terbuka lantaran tim dari Dishub Provinsi Jawa Timur sebelumnya telah melakukan survei lokasi ke Terminal Mulyorejo pada 9 Oktober lalu. Penilaian mengukur berbagai aspek teknis, mulai dari keluasan area, ketersediaan air/sumur, status aset terminal, hingga kondisi fisik bangunan.

Meski demikian, hingga saat ini penentuan terminal pengganti Arjosari untuk titik OD Trans Jatim Koridor II masih belum ketok palu. Semua pihak kini masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. (Red)