Desak Pemecatan Anggota DPRD Surabaya, JAPAI Pertanyakan Integritas Nasdem dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

HUKRIM50 Views

SURABAYA, LINTASSURABAYA.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar Jaringan Aliansi Pemuda dan Aktivis Indonesia (JAPAI) di depan gedung DPRD Kota Surabaya pada Rabu (04/11) berlangsung panas.

Aksi massa yang mendesak penuntasan kasus kesimpulannya menggambarkan seksi yang menyeret seorang anggota DPRD Surabaya berinisial SB dari Partai Nasdem.

Kericuhan sempat mewarnai aksi ketika Ketua JAPAI sekaligus pimpinan aksi, MH. Sholeh, hendak memasuki gedung dewan untuk menyerahkan surat laporan resmi. Sempat terjadi suasana sengit dan adu mulut antara pihak keamanan kantor DPRD dan pimpinan aksi karena mereka merasa dihalangi saat hendak menyampaikan surat laporan.

Dalam orasinya, MH. Sholeh secara tegas mengecam dugaan upaya penutupan kasus yang dilakukan oleh pihak internal Partai Nasdem.

Ia mengungkapkan transparansi di balik perdamaian yang dikabarkan terjadi dalam kasus asusila tersebut.

“Mengapa perdamaian atas kasus membuka rahasia seksual ini masih tertutup-tutupi? Ada apa dengan Nasdem? Apakah di internal Nasdem sudah biasa terjadi membahas seksual?” ujar Sholeh di hadapan massa aksi.

Sholeh juga menyayangkan sikap-sikap partai politik yang seharusnya menjadi instrumen penegakan hukum dan pelayan rakyat, namun justru dinilai melindungi pelaku. Pihaknya menuntut agar Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya segera mengambil tindakan tegas berupa pemecatan terhadap yang bersangkutan.

“Seharusnya ada hukuman, dipecat jadi anggota DPRD. Masih banyak orang lain yang mampu menjadi wakil rakyat tanpa harus punya pikiran mesum dan otak kotor,” tambahnya.

JAPAI memastikan tidak akan tinggal diam dan mengancam akan terus menggelar aksi sengit susulan jika pihak DPRD maupun BK DPRD Surabaya tidak segera memberikan respons serta transparansi penanganan kasus hingga tuntas.

Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Berdasarkan data yang dihimpun JAPAI, kasus ini melibatkan korban berinisial K yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Nasdem Surabaya Bidang Ekonomi Kreatif dan Pariwisata sekaligus Koordinator Rumah Perempuan Nasdem Surabaya. Sementara itu, pelaku yang diduga adalah SB, seorang anggota dewan aktif DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Nasdem Komisi B, Dapil 2. Tercatat sebagai rekan dalam partai Nasdem.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari kedua pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laga Perubahan yang diikuti peserta dari Jawa Timur dan Gorontalo. 21 Agustus 2026, pukul 10.45 – 11.00 WIB.

di Aula Ki Hajar Dewantara ABN.

Saat korban mempersilakan pelaku diduga berjalan di tangga menuju auditorium, diduga pelaku justru mengambil posisi bertahan satu anak tangga di belakang korban. Setibanya di area auditorium, pelaku memegang pantat korban selama kurang lebih 1 detik. Korban langsung bertindak tegas dengan menampar pundak pelaku dan menyatakan ketidaksukaannya.

Diduga Pelaku meraba paha kiri korban dengan gemas selama kurang lebih 4 detik hingga mendekati area selangkangan.

Diduga Sentuhan pada Bagian Sensitif saat posisi kedua tangan korban sedang memegang ponsel untuk memotret materi dari narasumber di layar depan sehingga tidak ada penghalang di area paha, tangan kanan diduga masuk meraba paha korban hingga bagian tengah lipatan paha. Diduga Pelaku juga melontarkan ajakan verbal untuk beristirahat di kamar hotel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi baik dari pimpinan DPRD Kota Surabaya maupun dari pihak tak terduga pelaku, anggota SB DPRD Kota Surabaya dari partai Nasdem. (Snto)