Khofifah Didampingi Kadindik Jatim Apresiasi Kreativitas Kewirausahaan Siswa SMKN 1 Ngawi

Oplus_131072
NGAWI, LINTASSURABAYA.COM – Semangat kewirausahaan di lingkungan sekolah kejuruan Jawa Timur kembali mendapat perhatian serius. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi langsung terhadap implementasi Teaching Factory (pabrik pembelajaran) saat meninjau unit usaha minimarket di SMKN 1 Ngawi.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memborong berbagai produk kreatif karya siswa sebagai wujud dukungan atas kemandirian ekonomi yang dibangun di sekolah. Menurutnya, SMKN 1 Ngawi telah berhasil mengubah ruang kelas menjadi laboratorium bisnis nyata.
“Pendidikan vokasi bukan hanya soal teori di bangku sekolah, tetapi bagaimana siswa bisa menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Apa yang dilakukan di SMKN 1 Ngawi ini adalah bukti bahwa anak-anak SMK kita sangat kreatif dan mampu menjawab tantangan pasar,” ujar Khofifah di sela-sela kunjungannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang turut mendampingi, menekankan bahwa minimarket sekolah bukan sekadar tempat berbelanja. Fasilitas ini merupakan simulasi nyata bagi siswa untuk memahami ekosistem bisnis mulai dari manajemen stok, pengemasan (packaging), hingga teknik pelayanan konsumen.
“Kami mendorong seluruh SMK di Jawa Timur untuk memiliki unit usaha serupa. Ini adalah bagian dari strategi kami untuk memastikan lulusan SMK tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja atau entrepreneur,” jelas Aries.
Produk-produk yang dijajakan di minimarket SMKN 1 Ngawi merupakan hasil kurasi dari berbagai program keahlian. Keberhasilan ini diharapkan menjadi best practice bagi sekolah lain di Jawa Timur dalam mensinergikan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.
Langkah konkret Pemprov Jatim ini dinilai menjadi pendorong utama bagi para siswa untuk lebih berani berinovasi. Dengan ekosistem kewirausahaan yang kuat, diharapkan profil lulusan SMK di Jawa Timur ke depannya akan semakin kompetitif, mandiri, dan mampu bersaing di kancah ekonomi yang lebih luas. (Snto)
