BerandaSENI & BUDAYAUntuk Kemajuan Kebudayaan, Dewan Kesenian Jawa Timur Gelar Rapat Pleno 2023

Untuk Kemajuan Kebudayaan, Dewan Kesenian Jawa Timur Gelar Rapat Pleno 2023

Lintas Surabaya, Surabaya – Dewan Kesenian Jawa Timur(DKJT) Menyelenggarakan Rapat Pleno 2023 dengan tema “Rekonsolidasi Program Dewan Kesenian Jawa Timur untuk pemajuan Kebudayaan, pada Sabtu 12 Agustus 2023.

Acara yang digelar di Hotel Arya Surabaya dihadiri oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Hudiyono, Ketua DKJT Taufik serta perwakilan dari akademisi, pemerintahan juga dari para ahli budaya dan ahli seni.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Hudiyono yang membuka langsung acara tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi bersama DKJT melakukan konsolidasi atas program ke depan dan memaparkan target yang selama ini telah dicapai.

“Harapan hari ini kita melakukan konsolidasi ,tentu konsolisasi ini kita bicara masa dulu ,masa sekarang dan masa depan untuk kegiatan-kegiatan tentang kualitas budaya, kualitas seni di Jawa Timur. nah oleh karena itu tadi kami berbagi tugas”. Terang Hudiyono.

“Kira-kira apa saja yang sudah dicapai oleh dewan kesenian dan pemerintah itu seperti apa , Dan kalau tidak tercapai karena apa ,tetapi berdasarkan indikator-indikator yang ada di kita sampaikan dari beberapa narasumber”. Kata Hudiyono.

“Saya terima kasih diundang dengan Mitra pemerintah DKJT yang di hadir ada dari akademisi, juga dari pemerintahan juga dari para ahli budaya , para ahli seni yang dengan indikatornya memang Jawa Timur ya sudah luar biasa untuk kesejahteraan”. Terangnya.

Hudiyono juga menyampaikan bahwa terdapat ratusan event pariwisata dan kebudayaan yang telah digelar di Jatim hingga bulan Juli 2023. Dan telah mencapai target lebih cepat dari yang dicanangkan.

Selain itu diperlukan optimalisasi dalam membangun sumber daya manusia kesenian, sumber daya manusia kebudayaan untuk bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

“Event kesenian dan budaya terbanyak di Indonesia adalah di Jawa Timur. Sampai bulan Juli 2023 aja sudah terhitung 400, padahal kita ini targetnya 380, tapi sudah melewati target pada bulan Juli. Ini artinya kalau kita hitung dari ekonomi kreatif dari pendapatan PAD Jawa Timur, kalau rata-rata masyarakat karena satu kegiatan itu bisa menghasilkan kurang lebih hampir 10 miliar”. Lanjutnya.

“Kalau itu yang datang hampir 20.000 orang. Kita bayangkan jika yang datang sampai 50.000, betapa tumbuhnya ekonomi ekonomi dalam suatu event kesenian. Oleh karena strategisnya itu kami bagi tugas Melalui rapat rekonsiliasi ini, bagaimana nanti jangka panjang, apa yang saja yang kita hadapi apalagi Indonesia pada tahun Indonesia emas 2045”. Sambungnya.

“Tentu bagian terpenting membangun sumber daya manusia kesenian, sumber daya manusia kebudayaan itu yang harus kita optimalkan untuk bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur penguatan program ini”. Kata Taufik.

Program Taruna kesenian juga dibahas Kadis Hudiyono dalam acara tersebut sebagai program penunjang yang bisa memenuhi target event kebudayaan di Jatim.

“Kami sepakat melakukan pemetaan untuk berbagai program dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Jawa Timur melalui kegiatan event kegiatan kesenian”. Sambungnya.

“Salah satunya nanti bagaimana kita menguatkan tenaga muda atau Taruna kesenian supaya bisa memenuhi target berbagai event kesenian yang ada di Jawa Timur. Dan ini juga seiring dengan perkembangan dan ekonomi kreatif , tempat wisata yang cukup banyak ,ini harus dibuatkan dengan SDM yang kuat”. Terangnya.

“Langkah-langkah yang diambil dari teman-teman DKJT luar biasa, karena yang hadir dari masyarakat DKJT seJawa Timur. Diantaranya Bagaimana kita bisa menyelesaikan target-target yang harus kita penuhi ini , kan berbagai tugas. Bukan hanya DKJT Provinsi saja, tapi ternyata konsolidasi ini bagi tugasnya dengan DKJT kabupaten kota juga”. Terang Hudiyono.

Sedangkan Ketua DKJT Jatim Taufik Hidayat menyampaikan bahwa terdapat program Jongko Kebudayaan yang akan dicanangkannya yang salah satunya untuk melindungi kebudayaan yang mulai tergerus oleh kemajuan zaman.

“Sekarang kan sudah masa multi core yang artinya problem tentang masalah kesenian yang bisa terakses oleh banyak orang itu sudah luar biasa. artinya sudah bukan hambatan lagi untuk uploading 9 yang mana penyampaian terhadap resolusi pesan pesan itu sudah tidak bermasalah”. Kata Taufik.

“Tinggal bagaimana yang masih di tingkatan masyarakat yang bersifat analog, yang tidak bersifat digital itu yang harus kita support. Makanya kita minta dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dari pemerintah provinsi Jawa Timur”. Sambungnya.

“Kita mau rencanakan itu ada yang namanya Jongko kebudayaan , dengan nama program jatimate forum ,yang akan meletakkan konsepsi dari Sri Aji Joyoboyo dipakai oleh dewan kesenian menjadi jongkok budaya. Lewat kepala dinas akan diajak untuk Bagaimana jangka untuk budaya menuju tahun 2045” . Lanjutnya.

Melalui program Jatimate forum, pria yang akrab di pangging Taufik Monyong tersebut bisa mendorong di berbagai lini dalam mendiring ekosistem kebudayaan dan bisa menjadi program unggulan Jatim kedepannya.

“Kami menawarkan kepada pak Kadisbudpar, kita punya jongko kebudayaan untuk mendorong ekonomi kreatif,menghidupkan ekosistem, memasukkan akar kebudayaan itu menjadi kekuatan baru untuk jatim. east java, is the best. Program ini salah satu embrio untuk kolaborasi DKJT dengan pemprov yang akan menjadi kekuatan luar biasa untuk masa depan”. Terang Taufik. (S nto)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments