Shodiqin Optimistis Dongkrak Kinerja BKKBN Jatim

0
IMG-20260511-WA0032
Surabaya, Lintas Surabaya – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur yang baru, Shodiqin, memimpin apel perdana bersama seluruh pegawai di lingkungan BKKBN Jawa Timur, Senin (11/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Shodiqin menyampaikan rasa syukur sekaligus meminta dukungan dan kerja sama seluruh jajaran pegawai usai dirinya resmi dilantik oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Jakarta pada Rabu lalu.
“Alhamdulillah per hari ini, Senin 11 Mei 2026, saya memimpin Perwakilan BKKBN Jawa Timur. Kami mohon dukungan, penerimaan, dan kerja sama seluruh pegawai agar target-target nasional dapat terealisasi dengan baik,” ujarnya saat apel pagi.
Ia menegaskan akan melanjutkan berbagai program yang telah dijalankan para kepala perwakilan sebelumnya, mulai dari kepemimpinan Bu Erna hingga Plt Kepala Perwakilan sebelumnya, Sukamto.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dan berkualitas sehingga diyakini mampu melahirkan berbagai inovasi baru di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
“Kami berharap ada inovasi-inovasi baru. Dengan keterbatasan anggaran, kita harus mampu mengoptimalkan aset-aset yang ada tanpa mengganggu pelayanan,” katanya.
Shodiqin juga mengungkapkan dirinya bukan sosok baru di lingkungan BKKBN Jawa Timur. Ia memulai karier sebagai CPNS BKKBN sejak tahun 1992 sebelum dipercaya memimpin di sejumlah daerah seperti DI Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.
Berbekal pengalaman tersebut, ia optimistis mampu membawa peningkatan capaian program di Jawa Timur, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Ia menekankan fokus utama BKKBN saat ini adalah penguatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pengentasan kemiskinan, serta penanganan stunting melalui program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
“Program prioritas yang kami kawal di antaranya terkait percepatan penurunan stunting, sasaran MBG 3B, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Semua ini dilakukan agar stunting dapat dicegah sejak 1.000 hari pertama kehidupan,” jelasnya.
Selain program pelayanan kepada masyarakat, Shodiqin juga menegaskan pentingnya kedisiplinan ASN di lingkungan kerja. Menurutnya, disiplin menjadi faktor utama keberhasilan organisasi.
“Tingkat kedisiplinan, kehadiran, dan kinerja harus terus ditingkatkan. Kalau ada pelanggaran tentu harus ditindak agar tidak terulang,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi. Ia berharap predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang pernah diraih BKKBN Jawa Timur dapat terus dipertahankan.
“Harapan kami, BKKBN Jawa Timur benar-benar menjadi lembaga yang bersih, jujur, dan seluruh pelaksanaannya sesuai aturan,” pungkasnya. (Snto)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *