KOTAWARINGIN, LINTASSURABAYA.COM – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini melumpuhkan kualitas udara di Kotawaringin Timur, mendorong PT Pelindo Terminal Petikemas bergerak cepat melindungi keselamatan warga dan pekerja.
Sebagai respons sigap atas memburuknya udara yang kian mengkhawatirkan, Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang langsung membagikan ratusan masker gratis kepada para pekerja operasional, pengguna jasa, serta masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan. Minggu (09/08).
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur, akumulasi hotspot atau titik panas telah menembus 204 titik hanya dalam 24 jam terakhir.
Dampaknya sangat signifikan Indeks Kualitas Udara (AQI) untuk polutan PM2.5 di Sampit kini berada pada kategori “Tidak Sehat”, dan jarak pandang (visibility) pada pagi hari anjlok hingga menyisakan jarak 300-400 meter.
Menghadapi situasi darurat ini, Akhmad Fajar, Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, menginstruksikan jajarannya untuk segera turun ke lapangan.
“Kondisi udara dalam beberapa hari terakhir menuntut kita untuk bergerak cepat. Keselamatan dan kesehatan pekerja, serta masyarakat di ring satu pelabuhan, adalah hal yang tidak bisa ditunda. Distribusi masker ini adalah langkah perlindungan pertama yang langsung kami eksekusi agar risiko gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dapat ditekan,” tegas Fajar.
Meskipun aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan untuk menjaga rantai logistik, Akhmad menekankan bahwa prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kini diterapkan jauh lebih ketat. Seluruh personel di area terbuka diwajibkan menggunakan masker pelindung setiap saat.
Di sisi lain, ancaman kabut asap juga berdampak pada keselamatan navigasi perairan. Mengacu pada Maklumat Pelayaran (Notice to Mariners) yang diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Pelindo turut menginstruksikan seluruh nakhoda dan mitra pengguna jasa laut untuk meningkatkan kewaspadaan maksimal saat berolah gerak di Alur Sungai Mentaya, Katingan, hingga Sebangau.
“Operasional pelabuhan dan keselamatan maritim harus berjalan beriringan dengan kesehatan manusia. Kabut asap boleh membatasi jarak pandang, namun kepedulian dan kewaspadaan kita tidak boleh berkurang. Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi berwenang untuk memastikan semuanya terkendali,” tutup Fajar. (red)







j9n8dv
Registering my account took less than a minute. It is great to see a platform that values the users time. Sign up at 32jililoginregisteronline today.
The graphics are sharp and the gameplay is lag free. It is rare to find a site that runs this smoothly on mobile. Check out pkbit555 for yourself.
Really impressed with the interface here. Everything loads fast and the experience is super smooth. Definitely my new go-to spot. Check out y7777status for more info.
The report clearly shows how the 204 detected hotspots, unhealthy PM2.5 levels, and visibility dropping to 300–400 meters require swift protection and stricter maritime safety. Reference2Video could help turn these updates into clear awareness visuals using verified photos and video references from the affected port area.