Satlantas Polres Gresik Jadikan Guru Sebagai Garda Terdepan Budaya Tertib Berlalu Lintas

IMG-20260707-WA0101
GRESIK, LINTASSURABAYA.COM – Kesadaran akan keselamatan berkendara idealnya tidak muncul saat seseorang telah memiliki SIM, melainkan harus ditanamkan sebagai karakter sejak dini. Menyadari peran krusial pendidik dalam membentuk pola pikir generasi penerus, Satlantas Polres Gresik melalui program inovatif Polantas Menyapa kini bergerak aktif menggandeng para guru di wilayah Gresik untuk menjadi duta sekaligus agen perubahan dalam mengampanyekan tertib berlalu lintas.
Implementasi nyata dari inisiatif ini terlihat pada Selasa (7/7/2026), saat Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik menyambangi Aula SD Muhammadiyah 1 Gresik. Dalam sesi yang berlangsung komunikatif tersebut, para guru serta tenaga kependidikan diajak membedah pentingnya tanggung jawab moral di jalan raya, yang dikemas dengan penyampaian materi edukatif namun tetap santai.
“Keselamatan di jalan bukan hanya soal menghindari tilang. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga diri sendiri dan menghormati hak hidup orang lain dengan berkendara secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Ipda Andreas.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai safety riding dan defensive driving. Berbagai aspek dibahas mulai dari pentingnya penggunaan helm berstandar yang benar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, hingga kemampuan mengenali potensi bahaya (hazard awareness) saat berkendara.
Suasana berlangsung dinamis ketika para guru menyampaikan berbagai pertanyaan, pengalaman, hingga persoalan yang sering dijumpai di jalan raya. Diskusi dua arah itu menjadi ruang berbagi solusi untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sementara Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa pendekatan preventif melalui edukasi merupakan langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan.
Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai teladan bagi para siswa. Perilaku sederhana seperti menggunakan helm dengan benar, mematuhi rambu, hingga disiplin saat berkendara akan menjadi contoh nyata yang mudah ditiru oleh anak-anak.
“Membangun budaya keselamatan tidak bisa dilakukan hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama para guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak. Mereka adalah agen perubahan yang mampu menanamkan karakter disiplin dan tertib sejak dini,” ungkap AKP Nur Arifin.
Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Gresik berharap para guru mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sehingga pesan-pesan tentang pentingnya disiplin di jalan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Snto)

About The Author