Kekecewaan Jurnalis Hukum Jatim di Villa Trawas, Fasilitas Rusak hingga Nobar Piala Dunia Gagal

Oplus_131072
TRAWAS, LINTASSURABAYA.COM – Acara family gathering Komunitas Jurnalis Hukum (JURKUM) Jawa Timur di Trawas, Mojokerto, berujung kekecewaan mendalam. Sejumlah fasilitas utama di Villa Welirang WS dilaporkan tidak layak pakai, mulai dari televisi yang mati total hingga lantai rusak yang sempat memakan korban luka.
Momen kebersamaan yang bertepatan dengan semifinal Piala Dunia akhirnya berantakan akibat dua unit televisi di lokasi tidak berfungsi, ditambah ketiadaan akses Wi-Fi. Pihak pengelola villa yang dikonfirmasi justru terkesan lepas tangan dan menyalahkan kinerja penjaga, meski panitia telah mengantongi janji bahwa seluruh kerusakan telah diperbaiki sebelum acara dimulai.
Selain televisi yang tidak berfungsi fasilitas Wifi juga tidak tersedia, tak hanya itu peserta juga mengeluhkan kondisi kamar dan tempat tidur yang dinilai kurang layak. Beberapa fasilitas disebut tidak terawat sehingga mengurangi kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Salah seorang panitia mengungkapkan, sebelum rombongan tiba, pihak pengelola telah menyampaikan bahwa kerusakan pada batu dan keramik telah diperbaiki. Namun, setelah dilakukan pengecekan di lokasi, beberapa bagian lantai maupun didalam kolam masih dalam kondisi rusak, meski pada acara sebelumnya sempat mengakibatkan kaki seorang tamu mengalami luka ringan.
“Kami merasa kecewa karena sebelumnya diinformasikan kerusakan sudah diperbaiki. Ternyata masih ada keramik yang rusak sehingga ada peserta yang terluka sebelumnya. Kami merasa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, namun bukan itu saja yang sangat disayangkan fasilitas normal pada umumnya setiap Villa seperti televisi saja tidak nyala meski ada 2 unit dilantai 1 dan 2 sehingga keinginan nonton bareng (Nobar) pun gagal,” ujar panitia merasa kecewa.Senin (20/7/2026).
Sebelum mengetahui kondisi Televisi, panitia mengaku tidak menyangka jika saat dilokasi ternyata rusak, sehingga saat masih di Surabaya belum masuk tanggal acara peserta sudah sempat percaya dan tidak perlu dipertanyakan karena dianggap sebagai fasilitas utama.
Acara Family Gathering yang diikuti sekitar 35 jurnalis tersebut pada dasarnya bertujuan mempererat silaturahmi dan meningkatkan solidaritas antar anggota Komunitas Jurnalis Hukum (JURKUM) Jawa Timur.
Di luar persoalan fasilitas, sejumlah peserta juga mengaku merasakan suasana yang dianggap kurang nyaman selama menginap. Pengalaman tersebut kemudian memunculkan berbagai cerita mengenai kesan “angker” di lokasi villa. Namun, kesan tersebut merupakan pengalaman subjektif masing-masing peserta dan tidak dapat dipastikan secara objektif.
Sementara pihak pengelola Villa ketika dikonfirmasi hal itu, Ika mengaku tidak tahu, justru menyalahkan karyawan penjaga Villa.
“saya pun tdk.tahu.kalau tv ngak jalan pak tukang jaga nya ini.memang sudah parah mau saya pecat ya kasihan istri sakit
tapi kerjanya.adh ngak.maximal
mohon maaf sebesar2 nya
atas ketidak.nyaamanan nya,” sahut pemilik villa, Senin (20//7/2026).
Panitia berharap pengalaman ini supaya tidak dialami para tamu-tamu lainnya, pengelola dapat melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan, memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik, serta menjamin keamanan bangunan sebelum disewakan kepada tamu.Red
