Jauh dari Keluarga, Perantau Asal NTB di Sidoarjo Berjuang Melawan Tumor Ganas

IMG-20260730-WA0034

SIDOARJO, LINTASSURABAYA.COM – Perjuangan Muhammad Tajjudin Melawan Tumor Ganas di Sidoarjo

Merantau dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Kabupaten Sidoarjo dengan harapan dapat mengubah nasib dan memperbaiki ekonomi keluarga, justru diuji dengan cobaan berat bagi Muhammad Tajjudin. Alih-alih mencapai tujuannya, ia kini harus berjuang seorang diri melawan penyakit serius di tanah rantau tanpa didampingi sanak saudara.

Pria asal NTB yang tinggal di Kecamatan Taman ini awalnya datang ke Sidoarjo untuk mencari nafkah halal bagi keluarganya. Namun, di tengah rutinitasnya bekerja, ia mulai merasakan gangguan kesehatan yang awalnya dikira sebagai penyakit lambung biasa, sebelum akhirnya pemeriksaan medis mendiagnosis adanya pertumbuhan tumor ganas di bagian hidungnya.

Hingga kini, tindakan operasi belum dapat dilakukan. Ia masih menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin setiap bulan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Meski telah memiliki KTP Sidoarjo dan menjadi peserta BPJS Kesehatan, kebutuhan selama proses pengobatan belum sepenuhnya terpenuhi.

Biaya transportasi menuju rumah sakit, pembelian obat yang tidak seluruhnya ditanggung, serta kebutuhan hidup sehari-hari menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut semakin berat karena selama menjalani pengobatan, Tajjudin harus bertahan tanpa didampingi keluarga yang masih berada di Nusa Tenggara Barat.

Di tengah perjuangan tersebut, YBM PLN UIP JBTB menyalurkan bantuan biaya pengobatan kepada Muhammad Tajjudin pada Jumat (24/7/2026). Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama proses pengobatan sekaligus memberikan dukungan moral agar ia tetap optimistis menjalani ikhtiar menuju kesembuhan.

Achmad Fatkhurrozi Manager YBM PLN UIP JBTB mengatakan, bantuan kesehatan merupakan salah satu bentuk kepedulian lembaga terhadap masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan dan keterbatasan ekonomi.

“Setiap orang yang sedang berjuang melawan penyakit membutuhkan dukungan, bukan hanya dalam bentuk doa, tetapi juga kepedulian nyata. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Pak Tajjudin sehingga beliau dapat lebih fokus menjalani pengobatan,” ujarnya.

Muhammad Tajjudin mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Baginya, perhatian dari berbagai pihak menjadi penyemangat untuk terus berjuang di tengah kondisi yang dihadapinya.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada YBM PLN UIP JBTB atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan pengobatan saya. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan para donatur dan seluruh pihak yang telah membantu,” kata Tajjudin.

Melalui program sosial di bidang kesehatan, YBM PLN UIP JBTB terus mendorong hadirnya kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas akses bantuan bagi warga yang tengah menjalani pengobatan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama. (red)