Momentum HUT RI Ke-81, Srikandi PLN UIP JBTB Perkuat Ketangguhan Perempuan 

NEWS43 Views
BANYUWANGI, LINTASSURABAYA.COM — Sebagai wujud nyata komitmen dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) berkolaborasi dengan PLN Peduli melalui program Srikandi Movement 2026. Dalam kegiatan yang dihelat pada Kamis (23/7) di Kampung Aren Simacan, Dusun Bedengan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi tersebut, Srikandi PLN UIP JBTB secara resmi mengedukasi warga mengenai siaga kebencanaan sekaligus membentuk Komunitas Perempuan Tangguh Bencana.
Inisiatif strategis ini dihadirkan untuk membekali kelompok perempuan setempat dengan pengetahuan mendalam serta kapasitas khusus agar mampu bertindak sebagai garda terdepan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam. Pembentukan komunitas ini dinilai sangat mendesak dan krusial mengingat letak geografis Kampung Aren Simacan yang berada di kawasan perbukitan dengan tingkat kelerengan curam, sehingga memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor dan banjir bandang.
Dalam aksi nyata perlindungan lingkungan, Srikandi PLN UIP JBTB menyerahkan bantuan bibit tanaman guna memperkuat struktur tanah sebagai langkah vegetatif dalam mencegah risiko tanah longsor. Kegiatan ini dibekali dengan sosialisasi dan edukasi kebencanaan secara langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK) BPBD Kab. Banyuwangi, Jatmiko Triwuliyanto, serta mendapat pembekalan teknis dari KPH Banyuwangi Barat terkait penanaman pohon untuk penguatan struktur tanah.
Srikandi Champion PLN UIP JBTB, Ari Agustin W, menyampaikan bahwa program ini berfokus pada pemberdayaan kapasitas kelompok perempuan agar menjadi figur yang tangguh dan peka terhadap potensi risiko di lingkungannya.
“Program Srikandi Movement ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat khususnya perempuan di Desa Kluncing agar lebih siap menghadapi potensi bencana alam. Tujuannya membuat masyarakat lebih tangguh terhadap bencana melalui edukasi dan pelatihan serta menyediakan sarana pendukung kesiapsiagaan,” papar Ari Agustin W.
Dukungan penuh atas komitmen pemberdayaan perempuan dalam kebencanaan ini ditegaskan pula oleh General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, yang mengapresiasi tinggi konsistensi gerakan Srikandi Movement dalam menciptakan kemandirian masyarakat sekitar.
“Kegiatan Srikandi Movement merupakan program yang sangat luar biasa, dengan memberdayakan perempuan sebagai kader siaga bencana akan membuat masyarakat lebih peduli dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. PLN berkomitmen tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi negeri, tetapi juga ikut andil memicu kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan,” tegas Hendro Prasetyawan.
Sementara itu, Kabid PK BPBD Kabupaten Banyuwangi, Jatmiko Triwuliyanto, menjelaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan pemahaman kewilayahan bagi warga Dusun Bedengan mengingat kerentanan geografis yang dimiliki kawasan tersebut.
“Desa Kluncing memiliki potensi banjir bandang dan tanah longsor dikarenakan tingkat lerengnya cukup tajam, jadi pembekalan tentang kewaspadaan akan bencana alam sangat penting untuk masyarakat, sehingga masyarakat lebih peka akan titik-titik yang rawan bencana di Desa Kluncing, Dusun Bedengan,” ungkap Jatmiko Triwuliyanto.
Melalui penetapan Komunitas Perempuan Tangguh Bencana ini, PLN UIP JBTB bersama BPBD Banyuwangi, KPH Banyuwangi Barat, dan perangkat desa setempat berharap kelompok perempuan Kampung Aren Simacan tidak hanya siap melindungi keluarga saat kedaruratan, namun juga mampu menjadi penggerak kesadaran lingkungan yang menjaga kelestarian alam Kampung Simacan secara berkelanjutan. (red)