‎34 Pengkab/Pengkot Solid Dukung Baso Juherman, Muaythai Jatim Siapkan Gebrakan PON 2028

OLAHRAGA15 Views

SURABAYA,lintassurabaya.com – Dukungan bulat dari 34 pengurus kabupaten/kota mengantarkan H. Baso Juherman, S.P., S.H., M.HP., M.AP., kembali menakhodai Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Jawa Timur masa bakti 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Muaythai Indonesia Jawa Timur yang berlangsung di Aula Gedung Suhartatik KONI Jawa Timur, Surabaya, Minggu (1/11/2026).

Terpilihnya kembali Baso Juherman menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat ambisi Muaythai Jawa Timur mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Baso menegaskan, kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya merupakan amanah besar untuk membangun kepengurusan yang solid, profesional, dan berorientasi pada peningkatan prestasi serta keberlanjutan pembinaan atlet.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang telah memberikan dukungan sehingga saya kembali mendapatkan amanah sebagai Ketua Pengprov Muaythai Jawa Timur. Sebanyak 34 pengurus kabupaten dan kota memberikan dukungan secara aklamasi,” ujar Baso.

Menghadapi PON 2028, Baso menyiapkan langkah strategis melalui penerapan sistem promosi dan degradasi bagi atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda). Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan persaingan sehat sekaligus memastikan hanya atlet dengan kemampuan, kedisiplinan, dan peluang prestasi terbaik yang dipersiapkan menghadapi kejuaraan nasional.

Atlet yang tidak menunjukkan perkembangan atau gagal memenuhi standar pembinaan berpotensi digantikan atlet lain yang dinilai lebih siap menyumbangkan medali emas.

“Target kita tentu kembali menjadi juara umum pada PON 2028 mendatang. Saat ini atlet-atlet Muaythai Jawa Timur hampir setiap bulan mengikuti event, sementara Liga Muaythai yang digelar setiap tiga bulan juga berjalan lancar. Kondisi ini membuat semakin banyak atlet potensial bermunculan,” tegasnya.

Menurut Baso, kesinambungan kompetisi menjadi salah satu kunci keberhasilan pembinaan. Karena itu, penguatan klub, pembinaan atlet usia muda, serta peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan juri akan terus menjadi perhatian kepengurusan mendatang.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur, Drs. Muhammad Nabil, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan organisasi olahraga tidak cukup diukur dari terselenggaranya musyawarah, terbentuknya kepengurusan, maupun kemeriahan kegiatan seremonial.

Menurutnya, ukuran utama keberhasilan organisasi olahraga adalah kemampuan menghasilkan atlet berprestasi dan menyumbangkan medali bagi daerah.

Nabil mengapresiasi pembinaan Muaythai Jawa Timur yang dinilai menunjukkan konsistensi prestasi. Ia menyinggung keberhasilan Muaythai Jawa Timur meraih enam medali emas pada PON 2024 serta capaian juara umum dalam kejuaraan nasional berikutnya.

Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa keberhasilan Muaythai Jawa Timur bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil pembinaan yang terencana dan terukur.

Ia juga meminta seluruh Pengkab/Pengkot Muaythai Indonesia se-Jawa Timur tidak sekadar membentuk kepengurusan, tetapi aktif menjalankan pembinaan dan melahirkan atlet potensial dari daerah masing-masing.

Nabil menekankan pentingnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027 sebagai tolok ukur pembinaan atlet kabupaten/kota sekaligus bagian dari proses regenerasi menuju PON 2028.

Dengan semakin meratanya potensi atlet di berbagai daerah, ia berharap Muaythai Jawa Timur mampu mempertahankan tradisi prestasi sekaligus meningkatkan perolehan medali emas pada kejuaraan mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), Ir. H. AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, M.HP., melalui sambutan yang dibacakan Koordinator Wilayah Barat II PBMI, Nurdin Longgari, menegaskan bahwa Musprov merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi program kerja, serta menentukan arah pembinaan dan kepemimpinan organisasi.

LaNyalla mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi olahraga bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, pengabdian, dan peningkatan prestasi atlet.

Ia juga mendorong seluruh pengurus Muaythai Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dengan KONI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan olahraga, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet, pelatih, wasit, dan juri.

Menghadapi Porprov 2027 dan PON 2028, LaNyalla berharap seluruh jajaran Muaythai Jawa Timur mempersiapkan diri secara maksimal melalui latihan terukur, kompetisi berkelanjutan, dan pembinaan berjenjang.

Musprov yang mengusung tema “Konsolidasi Organisasi, Satukan Tekad, Tingkatkan Prestasi, Nyalakan Muaythai Jawa Timur” tersebut sekaligus menjadi momentum menyatukan kekuatan organisasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Dengan dukungan 34 pengurus kabupaten/kota dan kepemimpinan Baso Juherman untuk periode 2026–2030, Muaythai Jawa Timur kini menghadapi tantangan mempertahankan dominasi prestasi, mempercepat regenerasi atlet, dan mewujudkan target kembali menjadi juara umum PON 2028.