Turnamen Catur Ramadan “Sahabat Buleks’99”, Budi Leksono Perkuat Silaturahmi Komunitas
Surabaya, Lintas Surabaya – Semarak bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan melalui kegiatan positif. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, SH, kembali menggelar Turnamen Catur Ramadan 1447 H / 2026 yang diikuti oleh komunitas pecinta catur di Kota Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung di Kedai Sahabat ’99, Jalan Rembang Selatan No.79 Surabaya pada Sabtu (07/03/26) ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan yang rutin digelar oleh Sahabat Buleks’99.
Budi Leksono menjelaskan,
Ini bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan kami. Setiap Selasa, Jumat, dan Minggu kami rutin berbagi takjil bersama komunitas.
“Hari ini kita juga menggelar turnamen catur Ramadan yang setiap tahun selalu kita adakan secara gratis untuk teman-teman komunitas,” ujar Budi Leksono.
Menurut pria yang akrab disapa Buleks ini, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar ajang kompetisi, namun juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar komunitas serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan kegiatan sosial lainnya seperti santunan kepada anak yatim piatu serta bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah sekitar.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengenalkan dan menjaring anak-anak muda yang memiliki minat dan bakat di olahraga catur agar nantinya bisa dibina lebih lanjut,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa olahraga catur memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan serta memperkuat komunikasi di tengah masyarakat, termasuk menjadi sarana menjalin silaturahmi lintas komunitas.
Dalam turnamen tersebut panitia juga menyiapkan hadiah dengan total sekitar Rp3 juta yang diperebutkan para peserta dari berbagai komunitas pecinta catur di Surabaya.
Buleks berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung setiap tahun, tidak hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan serta mempererat hubungan antara masyarakat dan berbagai komunitas di Kota Surabaya, khususnya di bulan suci Ramadan.
“Kita ingin menjaga tradisi kebersamaan ini. Catur menjadi salah satu sarana yang mampu merekatkan persaudaraan dan memperkuat silaturahmi di tengah masyarakat,” pungkasnya. (S nto)