Jalan Rusak Donowati Ditinggal Proyek Galian Gas, Kontraktor Diduga Cuci Tangan

0
Surabaya, Lintas Surabya – Warga Jalan Donowati Gang Sekolahan dibuat geram akibat kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki usai proyek galian pipa gas. Hingga melewati bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, pihak kontraktor dinilai belum menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atas fasilitas umum yang telah dirusak.

 

MH. Soleh, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa dirinya sempat meminta klarifikasi langsung kepada penanggung jawab proyek di lapangan. Namun, ia justru diarahkan ke pihak perusahaan pemenang tender tanpa kejelasan tindak lanjut.

 

“Saya sempat menanyakan langsung ke penanggung jawab proyek, tapi malah diarahkan ke pemilik PT pemenang tender. Katanya akan bertanggung jawab, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Jalan tetap rusak, berlubang, dan membahayakan warga,” ujar Soleh dengan nada kecewa.

 

Menurutnya, warga bahkan telah meminta komitmen tertulis sebagai bentuk tanggung jawab kontraktor. Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi dan terkesan dihindari.

 

“Kami sudah minta komitmen tertulis, tapi mereka berkelit. Bahkan terkesan mau kabur setelah menggali dan meninggalkan lubang begitu saja,” tegasnya.

 

Kekecewaan warga semakin memuncak ketika pihak kontraktor diduga saling lempar tanggung jawab, bahkan mengarahkan penyelesaian kepada pihak kelurahan.

 

Hal ini dinilai tidak masuk akal, mengingat proyek galian pipa gas merupakan bagian dari pekerjaan yang diduga berkaitan dengan perusahaan besar atau BUMN.
“Janji kontraktor itu hanya bualan. Ketika diminta tanggung jawab, malah saling tuding dan diarahkan ke kelurahan. Ini jelas tidak logis. Mana mungkin proyek gas yang besar justru dibebankan ke pemerintah kelurahan. Itu bisa masuk kategori pelanggaran hukum,” imbuh Soleh.

 

Warga menilai sikap kontraktor yang tidak responsif terhadap keluhan masyarakat merupakan bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik. Jalan yang rusak tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat malam hari atau saat hujan.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai tanggung jawab perbaikan jalan tersebut.

 

Warga mendesak adanya tindakan tegas dari pemerintah kota dan aparat penegak hukum untuk memastikan pihak pelaksana proyek tidak lepas dari tanggung jawab. (red)
Leave A Reply

Your email address will not be published.