Sambut HUT ke-81 RI: PLN dan IT PLN Siapkan SDM Unggul untuk Transisi Energi 

NEWS45 Views
JAKARTA, LINTASSURABAYA.COM – Sebagai wujud komitmen terhadap masa depan bumi, PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan Institut Teknologi PLN (IT PLN) meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pelatihan energi terbarukan bagi siswa tingkat SMA bertajuk “Rekayasa Teknologi untuk Energi Terbarukan di Sekolah Menengah Atas”.
Langkah strategis ini diambil guna mempercepat transisi energi nasional serta mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) melalui peningkatan kesadaran lingkungan dan penciptaan sumber daya manusia yang kompeten sejak bangku sekolah.
Pelaksanaan program yang diselenggarakan sepanjang Juli hingga Agustus 2026 ini menyasar tujuh sekolah menengah atas unggulan di berbagai wilayah Indonesia, meliputi SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Gama Yogyakarta, SMA Taruna Brawijaya Jawa Timur, SMAN 1 Binjai, SMAN 4 Medan, SMAN 5 Surabaya, serta SMAN 94 Jakarta Barat. Tercatat lebih dari 250 siswa kelas XI dan XII dengan antusias mengikuti serangkaian pelatihan mendalam yang fokus pada penguasaan materi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta teknologi pengolahan sampah menjadi sumber energi (Waste to Energy atau WTE).
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman menyampaikan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Akselerasi energi transisi memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui edukasi ini, PLN ingin membekali para siswa dengan wawasan praktis mengenai pemanfaatan energi ramah lingkungan di sekitar kita,” ujar Nurlely.
Sementara itu, Wakil Rektor IV IT PLN Bidang Kerja Sama, Ahsin Sidqi menegaskan bahwa energi transisi memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman holistik mengenai potensi energi surya serta pemanfaatan sampah menjadi energi.
“Kami berharap transisi energi didukung oleh semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Hari pertama, kita ajarkan tentang bagaimana energi surya yang melimpah dan bisa dibuat menggantikan energi fosil yang sudah sangat terbatas. Hari kedua adalah WTE, bagaimana sampah-sampah menjadi masalah di berbagai kota akan menjadi solusi ketika dijadikan energi. Kita ajak semua lapisan masyarakat. Kuncinya adalah kemandirian energi dan energi,” jelas Ahsin.
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI Muhammad Imam Gogor mengapresiasi inisiatif PLN dan IT PLN yang menghadirkan pelatihan bagi siswa maupun pamong. Program tersebut diharapkan dapat membekali para calon pemimpin bangsa dengan kemampuan berinovasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk memanfaatkan sampah sebagai sumber energi terbarukan.
“Kami berterima kasih atas program yang telah diinisiasi oleh PLN dan IT PLN dalam rangka pelatihan untuk para siswa dan para pamong untuk pembangkit listrik tenaga surya dan WTE. Kami berharap program ini benar-benar memberikan dampak yang positif bagi para pamong, dan khususnya para siswa yang nantinya akan menjadi calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga nanti mereka bisa berinovasi menjadi pemimpin yang mengetahui kebutuhan masyarakat. Khususnya, bagaimana memanfaatkan sampah untuk bisa menjadi energi terbarukan,” ujar Imam.
Penyusunan program dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu dua hari _In Class Training_, dua hari Praktikum _Project_, sesi _Check Point_, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban. Masing-masing peserta akan mendapatkan materi pelatihan, pendampingan, dan sertifikat.
Selain memberikan pelatihan, PLN juga menyalurkan bantuan berupa unit PLTS sebagai sarana pembelajaran siswa, serta peralatan pembiakan _Black Soldier Fly_(BSF) untuk pengurai sampah organik dan alat _press_ pembuatan lilin aromaterapi dari _maggot_.
Guna menjamin program yang diinginkan, sekolah-sekolah tersebut akan mengintegrasikan materi PLTS dan WTE ke dalam kegiatan pembelajaran di luar kurikulum reguler yang akan diturunkan ke setiap angkatan secara berkelanjutan.
PLN berkomitmen terus memperluas jangkauan edukasi energi terbarukan ke berbagai institusi pendidikan di Tanah Air. Literasi energi yang kuat pada generasi muda adalah fondasi penting bagi kelangsungan transisi energi nasional menuju masa depan yang bersih. (merah)