Darurat Asap Sampit, Pelindo TPK Bagendang Bagikan Ratusan Masker

NEWS490 Views

KOTAWARINGIN, LINTASSURABAYA.COM – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini melumpuhkan kualitas udara di Kotawaringin Timur, mendorong PT Pelindo Terminal Petikemas bergerak cepat melindungi keselamatan warga dan pekerja.

Sebagai respons sigap atas memburuknya udara yang kian mengkhawatirkan, Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang langsung membagikan ratusan masker gratis kepada para pekerja operasional, pengguna jasa, serta masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan. Minggu (09/08).

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur, akumulasi hotspot atau titik panas telah menembus 204 titik hanya dalam 24 jam terakhir.

Dampaknya sangat signifikan Indeks Kualitas Udara (AQI) untuk polutan PM2.5 di Sampit kini berada pada kategori “Tidak Sehat”, dan jarak pandang (visibility) pada pagi hari anjlok hingga menyisakan jarak 300-400 meter.

Menghadapi situasi darurat ini, Akhmad Fajar, Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, menginstruksikan jajarannya untuk segera turun ke lapangan.

“Kondisi udara dalam beberapa hari terakhir menuntut kita untuk bergerak cepat. Keselamatan dan kesehatan pekerja, serta masyarakat di ring satu pelabuhan, adalah hal yang tidak bisa ditunda. Distribusi masker ini adalah langkah perlindungan pertama yang langsung kami eksekusi agar risiko gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dapat ditekan,” tegas Fajar.

Meskipun aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan untuk menjaga rantai logistik, Akhmad menekankan bahwa prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kini diterapkan jauh lebih ketat. Seluruh personel di area terbuka diwajibkan menggunakan masker pelindung setiap saat.

Di sisi lain, ancaman kabut asap juga berdampak pada keselamatan navigasi perairan. Mengacu pada Maklumat Pelayaran (Notice to Mariners) yang diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Pelindo turut menginstruksikan seluruh nakhoda dan mitra pengguna jasa laut untuk meningkatkan kewaspadaan maksimal saat berolah gerak di Alur Sungai Mentaya, Katingan, hingga Sebangau.

“Operasional pelabuhan dan keselamatan maritim harus berjalan beriringan dengan kesehatan manusia. Kabut asap boleh membatasi jarak pandang, namun kepedulian dan kewaspadaan kita tidak boleh berkurang. Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi berwenang untuk memastikan semuanya terkendali,” tutup Fajar. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 comments

  1. The report clearly shows how the 204 detected hotspots, unhealthy PM2.5 levels, and visibility dropping to 300–400 meters require swift protection and stricter maritime safety. Reference2Video could help turn these updates into clear awareness visuals using verified photos and video references from the affected port area.

  2. The report highlights how quickly TPK Bagendang responded to hazardous PM2.5 levels, while also tightening K3 and navigation procedures. For port operations, FreeBarcodeGen could help create printable Code 128 labels for equipment, supplies, or mask distribution records without signup, with data kept in the browser.

  3. I’ve been trying out a few sites lately and this one really stands out. The interface is smooth and the payouts are surprisingly fast. Highly recommend checking out ph878ph if you want a reliable spot.

  4. The report’s details are striking: 204 hotspots, PM2.5 reaching “Unhealthy” levels, and visibility falling to just 300–400 meters. Beyond distributing masks and tightening K3 procedures, Motion Transfer could help create concise safety videos from a portrait and reference footage for workers and boat crews to reinforce smoke-response guidance.

  5. The report’s focus on PM2.5, reduced visibility, and stricter K3 procedures shows how seriously the smoke emergency is affecting port safety. For photos documenting aid distribution or conditions, removing GPS and other EXIF metadata locally can help protect workers and nearby residents’ privacy before sharing.

  6. The article’s focus on rapid action, stricter K3 procedures, and reduced visibility along the Mentaya River is compelling. In a completely different planning context, WoW Forever Talent similarly helps users prepare ahead by comparing talent options, saving builds locally, and clearly marking unverified preview ranks.

  7. The report’s details are sobering: 204 hotspots, PM2.5 reaching an unhealthy level, and visibility reduced to just 300–400 meters. Pelindo’s quick mask distribution and stricter maritime safety measures are commendable. A comparison tool like WoW Forever Class Changes also highlights how careful, documented updates can improve preparedness and deci

  8. The report’s focus on PM2.5 reaching unhealthy levels, visibility dropping to 300–400 meters, and stricter K3 procedures shows how quickly conditions can affect people and operations. It also reminds me of WoW Forever Racials: comparing cooldowns, cast times, and available classes helps players choose practical advantages before building around tal

  9. The report’s focus on 204 hotspots, PM2.5 reaching an unhealthy level, and visibility dropping to 300–400 meters shows how urgent practical protection is. While masks and stricter K3 procedures are essential, Try On Up could also help teams preview and compare suitable protective clothing combinations before distribution.