Reuni Akbar 46 Tahun SMANIKA Satukan Ribuan Alumni, Gagas Beasiswa dan Solidaritas Lintas Generasi

NEWS32 Views

SIDOARJO, LINTASSURABAYA.COM – Halaman SMAN 1 Krian (SMANIKA) dipenuhi suasana haru, bahagia, dan nostalgia pada Minggu (27/9/2026). Ribuan alumni dari berbagai angkatan, mulai lulusan pertama tahun 1983 hingga alumni tahun 2026, kembali berkumpul di puncak Reuni Akbar 46 Tahun SMANIKA.

Tidak sekadar menjadi ajang bernostalgia, pertemuan lintas generasi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara alumni, sekolah, guru, serta para siswa yang saat ini menempuh pendidikan di SMAN 1 Krian.

Salah satu rangkaian acara yang mendapat perhatian para peserta adalah prosesi kirab yang dilakukan siswa-siswi SMAN 1 Krian. Dengan membawa bendera alumni pataka, para siswa mengiringi kepala sekolah bersama jajaran guru menuju panggung utama.

Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para pendidik yang selama puluhan tahun telah menjadi bagian penting dari perjalanan para alumni SMANIKA.

Ketua Komite SMAN 1 Krian, Haji Subianto, SE, yang merupakan alumni angkatan 1984, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya reuni akbar tersebut. Menurutnya, pertemuan ini memiliki makna lebih luas karena mempertemukan alumni dari berbagai generasi dalam satu ikatan keluarga besar SMANIKA.

“Reuni akbar ini adalah potret luar biasa dan ajang silaturahmi yang menyatukan lintas generasi. Mulai dari anak, bapak, hingga cucu kini ada yang sekolah di sini,” ujarnya.

Ia menilai kekuatan alumni tidak hanya terletak pada jumlah, tetapi juga pada keberagaman profesi dan bidang pengabdian yang dijalani setelah meninggalkan bangku sekolah.

Oleh karena itu, Subianto mengajak para alumni, khususnya generasi muda, serta siswa SMAN 1 Krian untuk terus menjaga komunikasi dan mempererat silaturahmi.

“Komunikasi dan silaturahmi merupakan jembatan menuju kesuksesan dan rezeki di masa depan,” katanya.

Selain mempertemukan para alumni, Reuni Akbar 46 Tahun SMANIKA juga memberikan komitmen untuk memberikan manfaat yang lebih nyata bagi lingkungan sekolah dan keluarga besar alumni.

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah gerakan solidaritas alumni melalui penggalangan kepedulian untuk membantu siswa-siswi yang membutuhkan dukungan pendidikan dalam bentuk beasiswa.

Gerakan tersebut juga diarahkan untuk membantu alumni yang tengah mengalami musikbah maupun menghadapi kondisi yang membutuhkan dukungan dari sesama alumni.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Dalam jangka panjang, para alumni berkomitmen menjaga dan mengembangkan gerakan solidaritas tersebut agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan menjadi salah satu warisan penting dari Reuni Akbar 46 Tahun SMANIKA. Ikatan alumni tidak hanya dibangun melalui kenangan masa sekolah, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian dan kontribusi nyata bagi almamater maupun sesama.

Para alumni pun berharap kegiatan reuni akbar dapat digelar kembali secara rutin, sekitar tiga hingga lima tahun sekali, sehingga hubungan kekeluargaan lintas angkatan SMANIKA tetap terjaga dan semakin kuat. (Snto)